Sistem pakar adalah salah satu cabang dari Artificial Intelligence (AI) yang membuat penggunaan secara luas knowledge yang khusus untuk penyelesaian masalah tingkat manusia yang pakar. Seorang pakar adalah orang yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu, yaitu pakar yang mempunyai knowledge atau kemampuan khusus yang orang lain tidak mengetahui atau mampu dalam bidang yang dimilikinya. Ketika sistem pakar dikembangkan pertama kali sekitar tahun 70-an sistem pakar ini berisi knowledge yang eksklusif. Namun demikian sekarang ini istilah sistem pakar sudah digunakan untuk berbagai macam sistem yang menggunakan teknologi sistem pakar itu. Teknologi sistem pakar ini meliputi bahasa sistem pakar, program dan perangkat keras yang dirancang untuk membantu pengembangan dan pembuatan sistem pakar.

Salah satu metode penalaran dalam sistem pakar adalah penalaran berbasis kasus (Case-Based Reasoning). Pada penalaran berbasis kasus (Case-Based Reasoning), suatu basis kasus berisi kasus-kasus dengan solusi yang telah dicapai. Untuk menemukan solusi dari sebuah kasus baru yang diberikan, sistem akan mencari kasus-kasus dalam basis kasus yang memiliki tingkat kesamaan yang paling tinggi. Salah satu metode untuk menghitung tingkat kesamaan kasus adalah jarak euclid. Di dalam Case Based Reasoning kita dapat memperluas pengetahuannya dengan cara memasukkan pengalaman yang baru ke dalam memori/basis data untuk digunakan memecahkan masalah baru di masa yang datang. Perkembangan Case Based Reasoning dipengaruhi oleh hasil-hasil penelitian di dalam bidang ilmu kognitif. Case Based Reasoning yang saat ini berdasarkan pada penelitian tentang peranan memori dalam pengetahuan atau Memory Organizing Packets (MOPs). MOPs berfungsi untuk mengatur urutan peristiwa, MOPs mengatur urutan peristiwa secara tunggal yang disebut dengan “ingatan” dan ingatan inilah yang akan berdominasi dalam melakukan interpretasi dan penyelesaian masalah.